Fariz berbaring di ranjang king size. Matanya nanar menatap ke langit-langit kamar. Isi kepalanya hanya ada Ashel. Ia tersenyum mengenang kasus pencurian yang ia lakukan pada istrinya sendiri. Ia menciumi wajah Ashel, menikmati keindahan istrinya dalam keadaan istrinya yang tidak sadar. Tanpa sadar satu tangan kanannya merentang dan menyentuh bantal di samping. Matanya menatap bantal itu. sungguh, ia merindukan Ashel. Baru satu malam ia menikmati indahnya tidur bersama wanita yang ia cintai, dan rasanya ia ingin mengulang hal yang sama. Momen itu begitu indah dan menenangkan. “Shel, aku kangen!” bisiknya tanpa sadar, seolah Ashel ada di sisinya. Ia ingat persis, Ashel terbaring di bantal itu dan berada dalam dekapannya. Ternyata benar, hatinya kini telah tertuju pada Ashel. D

