Fariz menatap ranjang di sisinya, kosong. “Kemana dia?” Fariz bertanya sendiri. Pandangannya mengitari seisi kamar dan tidak mendapati Ashel. Ia mengucek mata lalu bangkit bangun. Adzan subuh membuatnya bergegas menyingkirkan selimut dari tubuhnya. “Shel!” Fariz ke kamar mandi dan tidak mendapati istrinya di sana. “Dia pergi?” Fariz kecewa. Padahal ia sudah meminta Ashel untuk tetap berada di sisinya, tapi kenapa Ashel memilih pergi? Fariz keluar kamar dan mencari asisten rumah tangganya. “Sih, Ashel kemana?” Fariz memegangi pagar lantai dua dan menatap Asih yang tengah mengepel di lantai satu. “Katanya ke rumah satunya lagi, Tuan.” Fariz mengesah dan kembali ke kamar. “Dia meninggalkanku. Shel, aku gelisah tanpamu. Aku takut kamu didekati pria lain.” Fariz menggelengkan

