“Kamu denger apa kata mereka? Kita jadi bahan gosip gara-gara ucapanmu tadi?” Ashel mempererat cubitannya, membuat Fariz akhirnya mengaduh keras merasakan cubitan yang luar biasa menyakitkan. “Aku bingung mau jawab apa tadi. Plis, lepasin, Shel. Sakit. Jangan biarkan para Bapak-bapak tadi balik kesini lagi gara-gara aku yang gantian teriak.” “Apa salahnya sih tadi bilang kalau aku takut tikus? Kenapa harus alasan semengerikan itu?” Ashel akhirnya melepaskan cubitan, kasian melihat muka Fariz yang memerah. “Kenapa nggak kamu aja tadi yang jawab?” “Nggak sempet, keburu kamu jawab duluan.” Fariz akhirnya diam saja, mengalah. Kata orang, perempuan selalu benar. Jadi sekarang pasti Fariz yang salah. “Aku mau tidur, ngantuk.” Ashel berjalan menuju kamar, lalu menoleh saat melihat

