Eps 100. Penuh Cinta

943 Kata

Ashel membiarkan Fariz terbaring di sisinya dengan mata terpejam. Ia memandangi wajah tampan Fariz yang tertidur pulas. Lalu ia mencium kening Fariz cukup lama. “Aku sayang kamu, Mas!” bisiknya lalu mengusap pipi Fariz. Ia bangun dan menutup tubuh Fariz dengan selimut sampai ke d**a, membiarkan d**a bidang tanpa penutup itu polos tersapu angin. Ashel turun dari ranjang. “Aw!” pekiknya saat menginjak sesuatu. Ia menundukkan kepala melihat apa yang dipijak. Pemandangan agak kurang akibat lampu yang dinyalakan remang-remang. Ashel memegang benda itu, tangkai bunga. Bunga yang masih dalam kemasan plastic dan ada secarik kertas di dalam plastik itu. Ashel duduk dan menyandarkan kepala di sisi ranjang. Lalu mengambil kertas itu dan membaca tulisan yang tertera. Untuk istriku, Bun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN