Benar kata Mas Gala, bangun tidur pinggangku terasa semakin sakit. Aku bahkan tidak bisa jalan dengan benar. Ke kamar mandi saja hanya bisa pelan-pelan. Benturannya memang sangat keras. Jika tak memperhatikan sekitar, ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya. Nasib, nasib! Cobaanku jadi pengantin baru ada-ada saja! “Beneran makin sakit Ma?” tanya Mas Gala yang melihatku sedang memegangi pinggang. Tatapannya tampak khawatir. “Iyaaa.” Aku mengangguk. “Nyeri banget, lagi.” “Mau kompres air dingin?” “Masih pagi, Mas. Nanti terlalu dingin.” “Terus gimana?” “Aku diemin dulu aja.” Begitu selesai subuh, aku tidur tengkurap di atas ranjang. Aku tidak mengantuk, hanya tidak tahu harus apa karena masih terlalu pagi. Selain pinggang sakit, ini juga rumah orang tua Mas Gala. Aku belum

