61. Perhatian Suami

1805 Kata

Acara ngunduh mantu berjalan dengan lancar. Acaranya bahkan lebih meriah dari yang Ayah dan Ibuku gelar. Ya, sesuai siapa penyelenggaranya. Ayah dan Ibu mertuaku tidak mungkin menggelar yang sederhana untuk anak semata wayang. Terlebih, para tamu mereka juga kebanyakan orang penting. Kini, acara baru saja beres. Mas Gala langsung mengajakku pulang ke rumah kedua orang tuanya. Kata dia, fix tiga hari lagi kami baru akan pindah ke rumah yang memang nantinya dihuni berdua. “Pertama kali ke rumah ini, nganter Ibu. Kedua, ngobrol sama Ayah. Ketiga, langsung jadi menantu. Dar der dor banget hidupku,” aku menggumam sembari menatap langit-langit kamar. Saat ini Mas Gala sedang ke kamar mandi. Sementara itu, aku sedang merebah di sofa karena badanku pegal-pegal. Sebenarnya, riasanku sudah diber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN