60. Pelukan Obat, Lagi

2005 Kata

Bangun tidur, aku tak mendapati Mas Gala ada di sampingku. Di kamar mandi pun tak ada. Entah dia sedang ke mana saat ini. Memang, kali ini aku bangun agak telat dari biasanya. Jam sudah menunjukkan pukul lima lebih dua puluh menit saat aku membuka mata. Aku sampai harus buru-buru ke kamar mandi agar tak kehabisan waktu subuh. Pasca subuh, aku membereskan tempat tidur lebih dulu. Saat menata bantal, aku jadi teringat yang semalam. Aku langsung ambruk dan memukul-mukul kasur. “Udah, udah, kalem aja! Kami ini suami istri. Ngelakuin yang lebih aja boleh banget!” Setelah ranjang tampak rapi, aku juga membuka jendela kamar agar udara pagi masuk. Ini selalu kulakukan tiap hari agar kamar terasa sejuk. “Mas Gala ini ke mana, sih?” Akhirnya, aku keluar kamar. Ruang tengah sudah terang. Aku ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN