57. Pelukan Obat

1805 Kata

“Maaf, ya, Ma. Aku jadi ganggu pagimu. Maaf juga, Mas.” Mas Dilan menatapku dan Mas Gala bergantian. Kini, kami bertiga sedang duduk bersama di teras belakang. “Enggak ganggu, kok. Santai aja,” balasku. “By the way, dalam rangka apa di Jogja sepagi ini, Mas?” “Aku mau balik ke Jakarta, Ma.” “Lho! Habis dari Temanggung, emang?” “Iya. Nanti pesawatku jam sepuluh. Kamu, kok, enggak ngundang aku, Ma?” “Mana aku tahu kalau Mas Dilan lagi di Indo. Kupikir lagi di Jepang. Baru minggu lalu aku lihat story instaggram Mas Dilan di Menara Tokyo.” “Itu latepost.” Mas Dilan tersenyum. “Sebenarnya, saat aku pasang foto itu, aku malah baru aja sampai Temanggung.” “Oh, biar orang enggak bisa menebak lagi di mana, ya?” “Yes.” Mas Dilan mengangguk. “Apa lagi libur, Mas?” “Iya, lagi ada libur panj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN