64. Pindah Rumah

1601 Kata

“Kalau Gala macam-macam, Salma jangan ragu buat lapor Ibu. Oke?” Lagi-lagi, ibu mengatakan hal yang kurang lebih sama. Pertama, tadi saat baru saja datang. Kedua, saat kami makan bersama di rumah baru. Ketiga, sekarang— yakni beliau dan Ayah sudah mau pulang. Pindahan kali ini memang hanya dengan kedua orang tua Mas Gala saja. Orang tuaku janji akan berkunjung lain kali. Pasalnya, mereka sedang repot sekali mengurus pembukaan warung makan baru. Ya, akhirnya warung makan Ayah dan Ibu sudah nambah cabang. Aku berharap, warung yang ini juga sama larisnya— bahkan kalau bisa lebih laris dari cabang pertama. “Pasti, Bu. Aku akan langsung lapor.” “Yang anak kandung siapa, yang menantu siapa, sebenarnya?” balas Mas Gala. “Ya terus kenapa? Kamu itu soalnya ada aja gebrakannya dari dulu. Ibu u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN