54. Sebelum SAH

1704 Kata

“Salma!!! Bisa-bisanya kamu tiba-tiba kasih undangan di saat udah mepet begini? Dan apa-apaan sama calon pengantinnya, hah?!” Aku reflek menjauhkan ponsel ketika suara Risa langsung melengking begitu aku mengangkat telepon darinya. Memang, aku baru saja memberi tahu Risa perihal undangan pernikahanku dengan Mas Gala. Baru sepuluh menitan yang lalu, dan anak ini langsung menelepon. Ya, sesuai dugaan. Reaksinya akan sekeras ini. “Bumil bisa pelanin suara enggak, ya? Udah malam, loh! Hehe!” “Enggak bisa! Ini andai aku masih di Jogja, aku samperin kamu di rumah!” Aku meringis. Untung saja tidak. Ada bagusnya Mas Gala memberi saran agar aku menyampaikan kabar saat Risa dan Dokter Arga sudah sampai Pacitan. Sepertinya, dia sudah mengantisipasi banyak kemungkinan terjadi. “Sengaja banget k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN