66. Stempel Kepemilikan

1902 Kata

“Tadi gimana pindahannya, Ma?” tanya Ibu ketika malam-malam beliau tiba-tiba meneleponku. “Lancar, kan? Maaf, ya! Ayah sama Ibu jadi enggak bisa antar.” “Lancar, kok, Bu. Dan Ibu enggak perlu minta maaf. Aku sama Mas Gala maklum banget. Lagian, pindahan sama Ayah dan Ibunya Mas Gala aja cukup. Barangnya emang banyak, tapi enggak sebanyak itu.” “Oh, ya. Baguslah kalau gitu.” Ibu sebenarnya sangat ingin ikut ke rumah yang kini kutempati dengan Mas Gala. Namun, apa daya. Kondisi sedang tidak memungkinkan. “Ibu sendiri gimana? Udah beres acara pembukaannya?” “Tadi masih atur-atur banyak banget, Ma. Resmi bukanya baru besok.” “Aku dan Mas Gala perlu datang atau enggak, Bu?” “Enggak usah, enggak usah. Datang lain kali aja. Selain jauh, kalian mending istirahat di rumah.” “Baiklah.” Aku m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN