71. Teman Baru

1903 Kata

Kondisi bibir akibat gigitan ‘kucing’ akhirnya benar-benar membaik. Memang masih ada bekas memerah, tetapi kalau ditimpa lipstik, akan sangat samar. Orang yang tidak memperhatikan, tidak akan sadar. Lagi pula, alih-alih ingat gigitan, aku lebih peduli dengan ice cream kiss yang terjadi semalam. Kalau boleh jujur, aku sampai sulit tidur. Tengah malam mataku masih kedip-kedip menatap plavon kamar. Aku terus terbayang-bayang. Ingin lagi, tetapi gengsiku sudah terlanjur menyentuh langit. Aku jadi bertanya-tanya. Apa hanya aku yang merasa seperti ini? Bagaimana dengan Mas Gala? Apa dia juga sama? Atau dia hanya menganggap ciumannya itu angin lalu? Ah, entahlah! Semalam aku benar-benar merasa bibirku ‘dimakan’. Ritmenya 90% didominasi Mas Gala— 10% lagi aku, itu pun masih terseok-seok. Kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN