46. Superhero - 2

2814 Kata

“Mas Gala serius? Mas Dewa tertarik beli tanahku?” Aku yang tadinya sedang rebahan sembari teleponan di ruang tengah, seketika duduk tegak. Aku sangat terkejut karena sebelumnya Mas Gala tidak memberi kisi-kisi sedikit pun. Dia bahkan tak memberi tahu apakah jadi menawarkan tanah pada Mas Dewa atau tidak. Tahu-tahu malah langsung kasih kabar kalau Mas Dewa tertarik. Mas Gala memang begini. Sedikit bicara, banyak bertindak. “Iya. Aku udah kirim lokasi tanahnya, sekaligus foto-foto yang kamu kirim. Dia pengen ngecek langsung secepatnya. Kalau bisa minggu ini.” “Kalau sama aku, hari ini pun bisa. Aku tinggal izin Ayah dan Ibu aja.” “Mas Dewa yang enggak bisa kalau hari ini. Mungkin besok atau lusa.” “Boleh, Mas, boleh. Malah bagus. Aku akan segera bilang Ayah dan Ibu soal ini.” “Oke.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN