JEDA MANIS

1666 Kata

“Bos Parfum, tolonglah dibawa pergi agak jauh dulu bos kami ini,” ujar Danu. “Tiga hari juga ngga apa-apa. Masa sudah dua bulan jungkir balik jalanin tea house, istirahat aja pakai ngitung-ngitung waktu.” Bintang hanya menaikkan alisnya, tak menjawab dengan kata. “Hari ini aja, besok aku masuk lagi kok.” Helia yang menimpali. “Lamaan dikit juga ngga apa-apa, kak,” sahut Millie, tea sommelier yang baru sebulan bergabung dengan Théologie. “Tuh, Kak Millie udah nyanggupin. Kak Helia aja yang kekeh,” sambat Dinu. “Pokoknya, insya Allah hari ini aja,” ujar Helia lagi. “Jagain Théologie sebentar, ya gengs?” Usai memberi sedikit arahan ke Millie soal penyimpanan bahan baku yang baru datang, Helia dan Bintang melangkah keluar. Pagi itu, langit biru cerah berhiaskan awan-awan seputih kapas, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN