Hujatan Netizen

1332 Kata

Regan ngambek. Dua puluh menit lalu, mendadak perasaan Regan tidak enak. Resah. Ingin fokus bekerja pun mustahil. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, membuatnya gelisah tanpa alasan. Entah mengapa, bukannya menelepon Alora untuk memastikan keadaannya, dia malah langsung menuju apartemen wanita itu. Namun, akses parkir di apartemen kekasihnya hanya untuk penghuni. Mau tak mau, ia memarkirkan mobilnya di depan coffee shop terdekat. Siapa sangka, justru di sana matanya melihat Alora baru saja diguyur segelas air. “Kamu siapa?” sentak Kenan, matanya melotot melihat sosok gagah Regan berdiri di depan mantan istrinya. Entah kenapa, dadanya panas melihatnya. Regan tidak menggubris. Tatapannya tajam mengarah ke Kenan yang kini justru melindungi Lula, seolah wanita itu layak mendapat pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN