Lampu gantung kristal di ruang makan memancarkan cahaya keemasan, membuat meja panjang bernuansa hangat meski udara terasa tegang. Felisha duduk di samping Grari. Di seberangnya, Sukmawati duduk tegak dengan elegan yang dingin. Sheila di ujung kanan, ceria seperti biasanya, mencoba memecahkan suasana. “Kak Felisha.” ujar Sheila sambil menyendok sup. “Mau jalan-jalan sama aku?” Felisha menoleh cepat, senang ada permintaan hangat di tengah suasana ketat ini. “Tentu, Sheila. Aku senang sekali.” Sheila bersorak kecil. “Yeay! Kita keliling Bandung! Vintage store, toko bunga, terus makan es krim di Braga!” Felisha tertawa. “Es krim Canary? Terbaik!” Namun dari sudut mata, ia melihat Grari berhenti makan sebentar. Alisnya terangkat sedikit. “Besok kamu ada jadwal, Fel,” ucap Grari hati

