Bab 34

1243 Kata

Deklarasi politik yang berubah itu membuat suasana ballroom hotel seperti ditarik ke dua arah—antara sorak, kamera, dan ketegangan yang hampir tak terlihat. Begitu Grari turun dari podium, Felisha langsung menggenggam tangannya. Ia tersenyum untuk kamera, tapi di balik senyum itu ada tatapan kecil yang berkata: tenang, semua sudah direncanakan. Grari menghela napas tipis. “Aku tidak suka cara mereka mengumumkannya mendadak,” gumamnya tanpa menggerakkan bibir. “Aku tahu,” jawab Felisha, masih menjaga pose. “Tapi kita hadapi nanti di ruangan rapat.” *** Ruang rapat lantai 5 lebih hening, lebih jujur. Tanpa kamera, tanpa senyum palsu. Hanya ketegangan politik yang mentah. Tim sukses sudah menunggu, dan di ujung meja duduk sosok yang sudah dibicarakan sejak pagi—Raka Adinata, calon wakil g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN