Andra sekarang sedang berkendara menuju ke kediaman Wijaya. Sudah tiga hari setelah kedatangannya ia masih belum bertemu dengan kedua orang tuanya. Urusannya di Jerman sudah selesai, dan ke depannya ia hanya sesekali saja pergi menengoknya karena sudah ada orang yang dia percaya untuk memegang tanggung jawab di sana. Pembukaan cabang barunya di negara tersebut memperoleh kesuksesan. Ternyata ia tak kalah hebatnya dengan kakak sulungnya, menurutnya. Setelah ia sampai di rumah orang tuanya, Andra langsung berjalan menuju ke ruang tengah. Biasanya papa dan mamanya sering menghabiskan waktu di ruang ini, tapi jika di sana tidak ada pasti keduanya berada di taman belakang. Andra datang di saat sore hari. Ia hanya melihat papanya duduk sendirian di ruang tengah. Tampak wajah paruh baya yang

