Ternyata pada akhirnya, Tarendra tidak mampu untuk melangkahkan kakinya masuk ke lokasi akad nikah Adhia. Boro-boro mau masuk ke dalam panti, dari kejauhan saja, melihat tenda putih yang berdiri kokoh dan tampak angkuh itu, perut Tarendra sudah terasa mulas, d**a kirinya terasa sangat nyeri. Jadi, dia memutuskan untuk berdiri saja di sisi mobil Tyas. Memandang dengan tatapan mata kosong ke rumah yang ada di depannya, yang sekarang sedang ramai karena banyaknya tamu yang datang. Beruntung, Tyas memaksanya datang setelah akad nikah. Jadi, dia tidak perlu menyaksikan saat penghulu dan saksi berucap sah. Tidak, dia tidak akan sanggup untuk itu. Tarendra mendungakan kepala ke atas. Langit tampak mendung di pagi hari ini, mungkin nantinya akan turun hujan. Semendung hatinya. Dan entah kapan da

