Lullaby 41

1970 Kata

Kamania benci apa yang tadi Shaka lakukan. Jujur saja, ia seperti tidak mengenali Shaka. Bahkan menolak untuk percaya, kalau yang tadi bertindak lancang adalah Wishaka yang selama ini ia kenal. Masih membekas rasa sakit cengkeraman Shaka, juga sentuhan bibir pria itu di pipinya. Sekuat apa pun Kamania mencoba mengusap, rasanya tetap tidak akan hilang. Ia seperti ini bukan tanpa sebab. Sentuhan yang tidak disukai, menimbulkan perasaan tidak nyaman. Kamania seperti dipermalukan terang-terangan, di depan Rajata bahkan Shaka sendiri. Itu membuat harga diri Kamania terluka. Tapi, saat melihat Shaka yang hampir tidak sadarkan diri karena Rajata yang kesetanann, ia lebih histeris lagi. Dua orang itu bagaikan bukan saudara, yang satu dengan aura ingin membunuhh dan satunya lagi memasrahkan seola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN