"Aku akan menemanimu, lepaskan tengkukku dulu Sis." Ujar Leno seraya menarik kedua tangan Siska dari belakang lehernya. Ternyata Siska tadi hanya mengigau. Wanita itu sudah terlelap, Leno segera menyelimutinya. Pria itu tersenyum melihat Siska begitu lelap dalam tidurnya. Tapi satu hal yang menyita perhatiannya saat ini, ada bekas-bekas air mata tertinggal di bawah celah-celah bulu matanya. Leno menyentuh bekas tetesan dengan jemarinya. "Dia menangis?" Tanyanya dalam hati, wajah pria itu mendadak sedikit berubah. Dia mengusap tengkuknya sendiri lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Siska. Ada rasa kurang nyaman bergelayut di dalam hatinya. "Jika kehadiranku di sini hanya membuatmu terluka, harus kah aku pergi saja?" Tanyanya lagi. Dia tidak tahu harus mengambil keputusan seperti apa. Len

