"Aku cinta kamu Lidia.." Bisik pria itu dengan mata berkaca-kaca. Lidia menyandarkan keningnya pada d**a Leno. Dia ingin pergi tapi tetap tertahan karena pria itu masih memeluknya dengan sangat erat. "Maafkan aku, aku salah. Dan sebaiknya kita tidak bertemu lagi." Lidia mendongakkan kepalanya memohon pada pria tersebut. Wanita itu menangis dalam sebuah senyuman lembut. "Ijinkan aku menciummu sekali saja.." Pintanya pada Lidia Natalia. Lidia melotot bingung, apalagi terdengar langkah kaki sayup-sayup mendekat ke arah mereka berdua. Adnan! Dia datang.. "Cup! Pergilah cintaku.." Leno mengecup bibirnya lalu melepaskannya. Lidia segera melepaskan sepatunya dan berlari sebisa mungkin dari lorong tersebut. Tepat saat Leno berjalan menuju ke toilet, lalu berbalik, seolah selesai dari d

