"Ah, itu aku sedang merebus tiram. Jadi aku segera memutuskan panggilan teleponnya." Ujar Lidia seraya menundukkan kepalanya, Adnan masih menggamit pinggangnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah. Adnan menundukkan kepalanya dia ingin melihat wajah istrinya yang kini tengah tertunduk. "Kenapa? Kamu nggak ingin melihat suamimu ini? Hem? Apa wajahku mendadak berubah jelek sekali setelah seharian di kantor?" Tanya pria itu sambil tersenyum, dia masih menatap dengan menundukkan badannya. "Mas! Ah!" Lidia tersipu karena ulahnya. Wanita itu mencium bibir pria tersebut. "Cup!" Tentunya Adnan tak mau hanya mendapatkan sebuah ciuman, apalagi Lidia Natalia terlihat sangat cantik sekali sore ini. Dilumatnya bibir Lidia Natalia, sambil menarik pinggangnya. Pria itu lupa padahal masih berada di

