Keesokkan harinya.. Adnan terjaga, dia melihat Lidia berada dalam pelukannya. "Cup!" Sebuah kecupan lembut singgah pada kening Lidia. Wanita itu membuka kedua matanya. Wajah yang pertama kali dia lihat di pagi hari adalah wajah Adnan. "Mas? Sudah bangun?" Tanyanya dengan suara parau, Lidia masih sangat mengantuk. Belum ingin bangun dari atas tempat tidurnya, dia malah membenamkan wajahnya pada d**a suaminya. Adnan tersenyum merasakan wanita itu malah menggesekkan wajahnya pada d**a bidangnya, seperti kucing kecil yang takut kehilangan majikannya. "Kamu nggak mau jalan-jalan, kandungan kamu makin besar sayang." Adnan menyentuh perut istrinya sambil tersenyum manis. Direngkuhnya tubuh Lidia, karena sepertinya wanita itu kedinginan gara-gara AC dalam kamar yang masih menyala sepanjang m

