Hubungan Nona Lucy dan Nicko seolah kembali ke saat mereka kehilangan bayi. Dingin, penuh dengan kebingungan dan ketidakpastian. Keduanya berusaha menjalani hari-hari mereka, tapi tentunya tak bisa dengan tenang. Seperti Nicko, yang kini kembali ke perusahaan justru dengan membawa segudang emosi yang meledak-ledak. Di sana, Nicko tidak sedang berusaha menjadi seorang menjadi pemimpin yang dihormati seperti biasanya. Ia telah berubah menjadi sosok yang arogan. Sejak pertengkaran hebat malam itu, bayang-bayang perpisahan yang diucapkan Nona Lucy menghantuinya seperti kutukan yang mengerikan. Ia ingin lari dari kutukan itu. “Salah! Semuanya salah! Apa kalian tidak bisa membaca grafik dengan benar?!” Kalimat itu menggema di ruangan Nicko, membuat dua orang manajer keuangan di depannya ters

