Isi pikiran Nicko terasa seperti benang kusut yang tampaknya akan sulit untuk bisa diuraikan dengan cepat. Kata-kata Don yang ia dengar di restoran tadi terus terngiang, berputar-putar seperti kaset rusak di kepalanya. “Pemiliknya berbahaya.” Satu kalimat dari Don. Ironis. Nicko tidak tahu seberapa berbahayanya pemilik Crane Entreprises, tapi Don tahu. Kenyataan bahwa Don lebih tahu ancaman untuk Nona Lucy dibandingkan dirinya, jelas itulah yang membuat Nicko terluka. “Tuan Nicko? Anda baik-baik saja?” suara Danielle tiba-tiba memecah keheningan yang terasa ganjil di dalam mobil. Nicko tidak menoleh. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. “Maaf, Danielle. Tapi, bisakah kau turun di sini?” Mobil mereka menepi. Danielle sedikit bingung. “Tapi kita masih jauh dari kantor

