Malam itu, aroma alkohol dari botol wine yang sudah kosong ketiga kalinya terasa membakar kerongkongan Nicko. Sebulan. Sudah satu bulan mereka hidup seperti dua orang asing yang terjebak dalam satu rumah. Nona Lucy, wanita yang dulu adalah dunianya kini tak lebih dari sekadar bayangan dingin yang melewatinya di koridor tanpa sepatah kata pun. Hasrat Nicko sebagai pria, yang sempat teralihkan sesaat oleh kehadiran Anne, kini kembali meledak dan mengarah tepat pada sosok yang benar-benar ia inginkan. Ia tidak butuh aroma pir. Ia tidak butuh transaksi atau belas kasih atau bahkan sebaliknya, mengasihi perempuan lain hanya untuk memanfaatkannya. Ia hanya butuh Nona Lucy. Sosok yang pernah memberinya kehidupan. Ia butuh pengakuan bahwa ia masih layak untuk dicintai, atau setidaknya, ia masih d

