Ucapan Mario beberapa hari yang lalu membuat Nayaka jadi kepikiran. Bagaimana kalau Alinka memang mencintai Mario? Lalu, jika memang seperti itu, bagaimana dengan nasib Nayaka? Nayaka menghela napas dalam. Rasanya sulit untuk baik-baik saja setelah mendengar pengakuan dari Mario. Nayaka jadi punya saingan berat. "Kamu ini, mama hubungin dari kemarin-kemarin nggak pernah diangkat!" omel Adya ketika melihat Nayaka berjalan memasuki pintu ruang tamu. "Selamat malam juga, Ma," sapa Nayaka seraya memeluk mamanya, mengabaikan omelan Mamanya tadi. "Beberapa hari yang lalu mama samperin ke rumah kamu, kamunya malah nggak ada! Mau bikin mama khawatir, ya!" Nayaka melepaskan pelukannya lalu mengamati wajah mamanya. "Beberapa hari nggak ketemu, mama kok tambah cantik?" godanya. Karena sebal, A

