Bab 120

1230 Kata

Alinka bangkit dari posisi duduknya ketika melihat Mario sudah keluar dari dalam mobil. Mario sendiri saat ini sudah menatap Alinka dengan tatapan tidak percaya. Seolah yang dilihatnya adalah sebuah ilusi yang tidak nyata. Langkah kaki Mario semakin cepat agar ia bisa segera melihat Alinka dalam jarak dekat. “Hai Kak Mario,” sapa Alinka ketika sosok Mario sudah berada di hadapannya. “Alinka?” balas Mario masih tidak mempercayai sosok yang berada di hadapannya. Alinka tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala. “Iya, aku Alinka, Kak. Masak nggak—” Ucapan Alinka itu terpotong karena saat ini dengan tiba-tiba Mario memeluknya sangat erat. Alinka yang kebingungan hanya bisa mematung tanpa tahu apa yang terjadi. Memangnya, Mario serindu itu kepada Alinka sampai memeluknya segala? Padaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN