Bab121

1310 Kata

Pukul sebelas malam lebih dua puluh menit. Ini sudah berjam-jam sejak Nayaka berbicara dengan Alinka lewat telepon. Dan sejak saat itu, Nayaka masih tidak mendapat kabar apa pun dari Alinka. Ketika dihubungi, nomor Alinka sibuk. Pesan Nayaka pun tidak dibalas oleh Alinka. Sungguh, Nayaka merasa frustrasi sendiri membayangkan obrolan Alinka dengan Mario. Nayaka bangkit ke posisi duduk. Semakin dirinya memikirkan tentang Alinka dan Mario, rasa frustrasi dan cemasnya jadi semakin meningkat. "Nggak bisa kayak gini," gumamnya seraya bangkit dari kasur, menyambar kunci mobil yang ada di nakas lalu keluar dari kamarnya. Berdiam diri saja di kamar membuat Nayaka jadi gila. Maka dari itu, Nayaka berniat untuk menghampiri Alinka di rumah keluarga Tamara. Nayaka tidak peduli kalau nantinya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN