Bab 122

1315 Kata

Nayaka mengajak Alinka untuk membeli bubur ayam yang berada di dekat komplek perumahan keluarga Tamara. Sebenarnya, Nayaka tidak sedang ingin makan bubur ayam. Nayaka pun tidak tahu bubur ayam di sini rasanya enak atau tidak. Nayaka hanya ingin bertemu dengan Alinka. Dan untuk melakukan itu di pagi hari seperti ini, Nayaka merasa harus memiliki alasan. “Enak?” tanya Nayaka menoleh ke arah Alinka yang tengah duduk di sampingnya, menikmati bubur ayam. Alinka menganggukkan kepala. “Enak,” jawabnya. “Kadang saya emang suka beli di sini. Kak Mario dan Oma juga suka bubur ayam di sini.” Mario. Nama itu entah mengapa membuat Nayaka sebal sendiri. “By the way, kenapa kemarin kamu udah balik sini? Katanya kamu bakal ke sini beberapa hari lagi? Nggak jadi nemenin mama kamu kontrol ke rumah saki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN