Drama Pagi Hari

1483 Kata

Suara gaduh memenuhi ruang makan saat Nayla ngotot ingin menggunakan mobilku untuk ke kantor. Aku yang baru selesai sarapan hanya bisa memandang dari balik meja, mencoba memahami apa lagi yang membuat wanita itu merajuk pagi ini. "Aku bisa terlambat kalau harus mengantar Mas Awan dulu. Jadi biar aku yang pakai mobilnya Embun," ucap Nayla dengan nada keras. Aku hanya tersenyum kecut, mencoba untuk tidak memancing keributan. "Tapi Nayla, itu kan mobil buatku... kalau kamu pakai, aku gimana?" Awan, yang duduk di sebelahku, mencoba melerai. "Ya sudah, Nayla. Kalau begitu aku pakai motor saja. Biar kamu bisa langsung ke kantor dengan mobil." Nayla langsung menyipitkan matanya, tak senang mendengar tawaran itu. "Enggak, Mas. Gak pantas lah seorang manajer seperti Mas Awan pergi ke kantor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN