Serangan Dari Medsos

1118 Kata

Sore itu, restoran favorit kami terasa begitu hangat. Udara sejuk dari pendingin ruangan bercampur dengan aroma kopi dan makanan yang khas. S Satria menatapku dengan senyum yang tenang, seolah ia sudah lama menantikan momen ini. Di meja kami, hidangan yang dipesan telah tersaji, tetapi belum ada yang menyentuhnya. Aku merasa degup jantungku semakin cepat. "Satria." Aku membuka percakapan, suaraku hampir berbisik. "Aku masih nggak percaya kamu melamar aku waktu itu. Aku pikir... kamu hanya bercanda." Dia tertawa kecil, menampilkan guratan kehangatan di wajahnya. "Aku serius, Embun. Sejak pertama kali aku mengenal kamu, aku tahu ada sesuatu yang berbeda. Tapi waktu itu, aku masih ragu, takut terlalu cepat mengambil langkah. Baru setelah kejadian di mobil waktu itu..." Aku menunduk, wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN