Aku duduk di ruang tamu dengan jantung yang berdebar, menunggu kabar terbaru dari polisi. Kasus pencemaran nama baik yang merusak reputasiku dan produk skincare milikku sudah terlalu lama menggantung. Hari ini, aku mendapatkan kabar bahwa pelakunya, Nayla, telah ditangkap. Aku mencoba menenangkan diri. Namun tak lama kemudian suara ketukan pintu yang keras mengagetkan. Aku membuka pintu dan melihat Mas Awan berdiri di sana. Wajahnya merah padam, penuh amarah. "Embun, kamu tega sekali! Aku tahu kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, tapi gimana mungkin kau membuat Nayla ditangkap?" Suaranya terdengar tajam, menusuk telingaku. Aku menarik napas panjang, mencoba menahan emosi yang mulai naik. "Mas Awan, aku tidak membuat Nayla ditangkap. Polisi menemukan bukti-bukti yang mengarah padany

