Evan merebahkan tubuh sebentar setelah membersihkan diri. Dia akhirnya setuju untuk pulang dulu karena bapak dan ibu Amara ada di rumah sakit menunggui anak perempuan mereka. Tiba-tiba saja, ia teringat ucapan Nendra sore tadi. Evan mengambil ponselnya dan menelpon saudara sepupu istrinya itu. Dia merasa perlu tahu siapa sebenarnya Robby dan apa kaitannya dengan istrinya. “Ya, Van. Aku masih di klinik. Kenapa?” “Sibuk?” “Lagi rehat sih. Gimana? Amara okay kan?” “Iya. Ada bapak sama Ibu yang nungguin. Aku mau tanya kronologis dia pingsan.” “Amara belum cerita?” “Dia hanya bilang habis makan rujak tahu-tahu pingsan dan ada di ruangan lain.” “Aku juga belum ketemu yang punya ruangan kenapa tiba-tiba Ara ada di ruangannya. Besok kalau aku ketemu suster yang jadi asisten khususnya aku t