PLAK! “SIALAN KAU, MAYANG! KAU BENAR- BENAR IBLIS!” teriak Aurora dengan berlinang air mata. Sedangkan Mayang hanya terdiam dengan kepala yang tertunduk. “Kau menghancurkan harapanku! Kau menghancurkan harapan banyak orang! Kau membuat semua orang menderita karena ulahmu!” Aurora terus berteriak mengeluarkan semua keluh kesahnya. Sedangkan Mayang sama sekali tak berani menatap wajahnya. Napasnya mulai tak beraturan. Kepalanya pun mulai terasa pusing. Ia memejamkan matanya seraya memijat pelipisnya. Kemudian Reyhan mendekat dan menarikanya ke dalam pelukannya. “Sudah. Kau tidak perlu menghabiskan tenaga untuk menghardik orang gila. Percuma, hati dan pikiran dia sudah tidak berfungsi lagi. Sampai kapan pun, dia tidak akan bisa merenungi kesalahannya,” tutur Reyhan seraya mengusap lem