Elmira menggenggam foto itu erat-erat, wajah Soraya yang tertangkap dalam bingkai foto seolah berbicara padanya, mengingatkan pada kenangan kelam yang terkubur jauh di dalam dirinya. Matanya berpendar dengan kesedihan, air mata yang sudah lama tertahan kini mulai mengalir perlahan. Rasa sakit itu kembali membekas, meskipun sudah bertahun-tahun berlalu. Dia masih ingat dengan jelas malam itu, malam yang tak akan pernah bisa dilupakan. Malam yang merusak segalanya dalam hidupnya. Elmira, yang saat itu masih seorang gadis muda, penuh dengan harapan dan impian, dipaksa melewati kegelapan yang tak pernah ia bayangkan bisa menimpa dirinya. Seorang diri, tanpa perlindungan, tanpa seorang pun yang dapat membantunya. Dan pada saat-saat terburuk, ketika tubuhnya diperlakukan sewenang-wenang oleh pa

