Elmira tersenyum tipis mendengar kalimat terakhir Tristan. Ada kilatan singkat di matanya—campuran antara pengertian dan sesuatu yang lebih dalam—sebelum ia mengangguk pelan. "Ya, aku tidak lupa," jawabnya lembut, suaranya nyaris berbisik. "Aku hanya ibu s**u Elea." Meski bibirnya tersenyum, ada kesedihan samar yang tergambar di matanya. Ikatan yang telah ia bangun dengan bayi mungil itu jauh lebih dari sekadar hubungan kerja. Setiap tetes ASI yang ia berikan, setiap kali ia mendekap Elea dalam pelukannya saat menyusui, setiap senandung lullaby yang ia nyanyikan—semua itu telah menumbuhkan perasaan yang melampaui tanggung jawabnya sebagai seorang ibu s**u. "Aku tahu batasanku," tambahnya, seakan menegaskan pada dirinya sendiri. "Tapi tetap saja, aku khawatir padanya." Tristan menatap E

