Elmira menghela napas panjang. Matanya menatap Elea yang masih tertidur pulas di ranjang bayi, wajah mungil itu tampak damai, seakan tak menyadari betapa berat beban yang kini dirasakan wanita yang menggendong dan merawatnya. Tristan masih berdiri di tempatnya, tak langsung beranjak setelah percakapan singkat tadi. Ia menatap Elmira lekat-lekat, seolah ingin mencari tahu apa yang sebenarnya disembunyikan wanita itu. Namun, Elmira tetap menunduk, menghindari tatapan pria itu. "Aku akan keluar sebentar," kata Tristan akhirnya. "Aku ingin membeli sarapan. Kamu juga perlu makan sesuatu." Elmira hanya mengangguk tanpa menjawab. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ada begitu banyak perasaan berkecamuk dalam dadanya, namun ia tidak bisa mengutarakannya. Setelah Tristan melangkah keluar, Elmira m

