Pandanganku mengitari seisi kelas yang sudah kosong. "Mereka sudah keluar untuk istirahat!" ucap Pak Heri. Sial, Si Lisa ninggalin aku lagi! Benar-benar bukan teman sejati. "Kamu cari Lisa?" tanya Pak Heri lalu duduk tepat di depanku. Duh, masih ada iler gak ya? Dilihatin dari deket kek gini kan bikin aku malu! "Iya, saya ke kantin dulu!" "Tunggu! Ikut saya!" Pak Heri bangkit duluan dan berjalan keluar kelas. Huft, akhirnya aku bisa bernafas lega. Udah kayak maling yang ketahuan deh kalo gini. Mana aku bilang mau nendang dia lagi! Huh, emang dasar ini mulut gak bisa diajak kerja sama. Salahkan saja kantuk yang gak mau hilang! Aku bangkit tapi gak ngikut ke Pak Heri. Malah mengambil arah yang berlawanan. Bodo ah, aku masih kesal sama dia. Walau wajahnya itu tak bisa kubenci, setida

