Wasiat Orang Tua

1741 Kata

"Saya dan Fitri bertunangan atas wasiat mama saya." Jawaban Pak Heri membuatku terhenyak. Apa ini alasan kenapa Pak Heri membuat hubungan kami nampak gak jelas. Kadang seolah serius, kadang juga seakan aku hanya muridnya yang nakal saja. "Tapi kamu jangan khawatir, perasaan saya sama kamu tidak main-main." "Apa?" Sumpah, aku cengo! Ini maksudnya apa ya? Apa dia mau mutusin hubungannya sama Mbak Fitri? Pak Heri tersenyum, lalu mengacak rambutku pelan, "Saya sayang sama kamu, Put!" "Iya, makasih, Pak!" jawabku pelan. Malu rasanya. Ihik, perasaan jadi campur aduk. Ahh... aku emang gampang baper kan? Bucin akut kayaknya! "Kok makasih doang sih, Put?" "Terus saya harus ngapain?" "Ya kamu jawab ucapan saya barusan." "Kan dari tadi saya udah jawab banyak, emang ada yang kurang ya?" Pak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN