Pak Heri sudah mulai memberikan materi di depan kelas sana. Aku sadar, sesekali ia melirik ke arahku. Sial, aku jadi merasa seperti maling yang tertangkap basah. Menyebalkan sekali bukan? Padahal, aku cuma ngobrol sama Kak Bima aja kok, masa gak boleh? Dia aja yang notabene masih berstatus tunangan orang, aku gak banyak protes. Ya sih, kemarin aku protes dikit dengan mengadakan aksi cemberut dan sedikit menghindar. Eh dengan asemnya dia cuma bilang 'kamu lagi cemburu ya?' abis gitu, udah deh, tamat. Gak ada kelanjutannya. Ngeselin emang! "Oke class materi hari ini cukup sampai di sini. Saya harap kalian bisa memahami apa yang saya sampaikan. Belajar lebih giat lagi, ingat, masa depan kalian tergantung pada langkah kalian hari ini." Ucapan penutup Pak Heri mengembalikanku pada dunia nyata

