Bingung (2)

1685 Kata

"Put, kenapa nunduk terus?" tanya Pak Heri. Aih, kenapa dia tidak sadar juga ya? Aku tuh malu! Dia gak pakai baju. Ya, walau tadi sempat ngintip dikit sih. Tapi kan jangan terlalu lama, gak baik buat kebersihan otakku. Kulihat ia bergeser mendekat. Ngapain coba?! Refleks aku mundur. "Kamu takut ya?" tanua Pak Heri pelan. Aku hanya menggeleng. Dalam hati sudah menjerit-jerit. Takut, Pak! Takut banget! Ampun deh, takut yang menyenangkan sih, eh. "Gak apa-apa, saya cuma mau mengoleskan kayu putih saja. Sini!" Mendekat atau jangan ya? Kayaknya jangan deh! Takut terjadi hal-hal yang diinginkan. Eh? Pak Heri menarik badanku membelakanginya. Lalu tanpa permisi mulai mengoleskan minyak kayu putih pada bagian tengkuk dan punggungku. Rasa hangat mulai menjalar. Tangan Pak Heri menyusup ke d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN