"Put! Belajarnya udah beres belum?" Teriakan mama di luar kamar membuat kami refleks saling menjauh. Huft, akhirnya aku bisa bernafas lega. "Udah, Ma," jawabku lalu membereskan buku dan bangkit membuka pintu. "Kalau udah, makan dulu yuk, Mama udah masak tuh! Sekalian ajakin juga Nak Heri ya?" "Iya," jawabku lalu melirik sekilas Pak Heri yang masih nampak kebingungan. Terserah lah! Aku gak peduli! Aku lagi sebal sama dia. "Mama masak apa?" tanyaku lalu membuka tudung saji. Aroma ayam goreng menggelitik hidung. Sangat menggoda, membuat perutku makin keroncongan. "Lho, Nak Heri mana, Put?" "Oh, itu. Masih di kamar kali, Ma." "Lho, kok ditinggal? Ajakin dong, Put!" "Ntar juga ke sini, Ma." Mama menatapku penuh selidik, "Kalian lagi marahan ya?" "Apa? Enggak kok!" Iya, Ma. Tepatnya

