Pak Heri menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia menatap tak enak pada mama yang sudah berdiri di samping gazebo. "Saya benar-benar minta maaf, Bu. Saya gak melakukan hal yang di luar batas kok," ucap Pak Heri. "Duh, maaf juga. Saya agak risih gitu kalau ada yang gelap-gelapan berdua. Padahal kan belum sah. Lain kali, jangan berduaan seperti itu ya, minta ditemenin aja," jawab mama. "Iya, Ma. Kami minta maaf. Lagian tadi aku dan Pak Heri cuma lagi ngebahas cincin ini kok, ya kan, Pak?" "Eh, iya." "Emang kenapa cincinnya, Put? Ada masalah? Ukurannya kayaknya pas tuh," Kening mama sedikit berkerut. Ih mama gak tahu apa yang kami bahas selanjutnya, yang bikin Pak Heri duduk mepet-mepet. "Ah, enggak kok. Cuma bilang makasih aja, Ma. O ya, aku lapar, Ma. Mau makan. Boleh?" tanyaku. Aku me

