Hanya Untuk Kalangan Cukup Umur (21+)

1327 Kata

Pintu rumah terbuka. Adrian masuk dengan langkah pelan, menenteng jas di tangan dan dasinya sudah terlepas. Jam menunjukkan hampir pukul satu dini hari. Ruang tengah hanya diterangi cahaya dari televisi yang menyala tanpa suara. Vanila duduk diam di sofa, memeluk bantal. Pandangannya lurus ke arah layar TV, tetapi sorot matanya kosong. “Vanila,” panggil Adrian pelan saat berdiri di samping sofa. Vanila menoleh lambat. “Mas, sudah pulang?” “Kamu belum tidur?” “Baru duduk,” jawabnya pendek. Adrian menatap wajah Vanila yang sembab. Hidungnya memerah dan matanya tampak bengkak. “Kamu habis nangis?” Vanila hanya mengangguk kecil. Tidak ada penjelasan, tidak ada pembelaan. Adrian menghela napas lalu berbalik, berjalan menuju kamar. Vanila berdiri dan menyusul di belakangnya. Di dalam ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN