Sejak pagi buta, Vanila sudah bangun lebih awal dari biasanya. Tak ada yang membangunkan, hanya rasa bersalah yang terus mengusik pikirannya. Ia berdiri lama di depan cermin, memandangi wajahnya yang sembab karena tangis semalam. Namun pagi ini, ia harus bangkit. Ia ingin menebus semua kesalahan. Ia ingin membuat Adrian tahu, bahwa dirinya benar-benar menyesal. Dapur menjadi tempat pelariannya pagi itu. Ia membuka beberapa resep di ponselnya, mencari menu istimewa yang cocok untuk sarapan. Ia bahkan mempelajari cara menyusun plating yang cantik, seperti restoran bintang lima. Meja makan sudah tertata rapi, aromanya pun menggoda. Saat Adrian muncul dari balik tangga, mengenakan kemeja abu dan dasi yang belum terikat sempurna, Vanila langsung menyambut dengan senyum lembut. "Mas, aku mas