Kemarahan Adrian

1035 Kata

Ayah Andra kembali ke meja tepat saat Adrian kembali duduk di samping Vanila. Suasana sempat hening. Andra tampak gelisah. Vanila tak berani menoleh ke kiri atau ke kanan. Genggaman tangan Adrian di tangannya begitu erat dan dingin. Pak Menteri membersihkan tenggorokannya dan memulai percakapan, "Sebelum saya lupa, saya sempat dengar kabar soal kekasih kamu. Siapa namanya, Ndra? Nina, ya?" Andra langsung menegang. Matanya melirik cepat ke Adrian yang kini tampak sedang menyentuh serbet di pangkuannya. Wajahnya datar, tapi matanya menusuk. "Iya, Papa," jawab Andra cepat. "Tapi... kami udah putus." Pak Menteri mengernyit. "Putus? Baru kemarin kamu bilang kalian cocok dan serius. Papa bahkan sudah menyiapkan rencana untuk perkenalan keluarga. Apa maksudmu putus?" Andra mulai gelisah. "Ni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN