Suasana di ruang rapat siang itu memang dingin karena AC bekerja maksimal. Namun, hawa sejuk mesin pendingin bukanlah satu-satunya yang menusuk kulit. Ada aura wibawa yang begitu tebal, seakan memenuhi setiap sudut ruangan—tercipta dari sosok lelaki beruban yang duduk tenang di ujung meja panjang. Hartawan Dirgantara. Nama yang tak asing di dunia bisnis. Legenda hidup yang kisahnya jadi bahan kuliah di sekolah manajemen. Pemilik sekaligus pendiri perusahaan ini. Hanya sedikit orang yang berani menatap matanya terlalu lama. Sebab tatapan itu seolah mampu menelanjangi isi kepala seseorang. Maira duduk berhadapan dengannya. Kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan. Jari-jarinya dingin, meski ia berusaha menjaga postur duduk tegak. Maira mengatur nafasnya sedemikian rupa agar

