Hidup Baru Setelah Mundur

1047 Kata

Sejak hari Axel berdiri dan meninggalkan ruang rapat itu, dunia terasa berubah. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga untuk Maira yang setia menunggunya di rumah. Ruang apartemen sederhana mereka kini menjadi pusat dunianya. Tidak ada lagi gedung pencakar langit, rapat berjam-jam, atau ponsel yang terus berdering karena urusan perusahaan. Yang ada hanya detak jam dinding, aroma masakan sederhana, dan suara lembut Maira yang kerap memanggilnya. Axel terbangun pagi itu dengan kepala terasa lebih ringan dari biasanya. Bukan karena beban hidupnya hilang—justru sebaliknya. Namun untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa bebas memilih. Maira duduk di kursi dekat jendela, mengelus perutnya yang semakin membesar. Senyum wanita itu tipis, tapi tatapan matanya hangat. “Kamu nggak ke kantor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN